Kamis, 08 November 2012

Lampu Matahari dari Botol Bekas



Liter of Light Project adalah sebuah gerakan yang mengangkat Lampu Matahari sebagai alat penerangan alternatif pengganti lampu minyak tanah yang sering digunakan di negara-negara berkembang. Mungkin banyak yang belum tahu ya kalau lampu minyak tanah itu berbahaya dikarenakan jumlah gas beracun termasuk CO2 yang dihasilkan dari pembakaran minyak tanah tersebut.

Seorang mahasiswa MIT, Alfredo Moser mengemukakan sebuah ide sebuah alat penerangan alternatif yang dibuat dari botol plastik minuman bekas, yang berfungsi sebagai lampu matahari. Lalu, Illac Diaz, mahasiswa asal Filipina mewujudkan ide tersebut dan menciptakan Liter of Light Project.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Lampu Matahari dibuat dari botol plastik bekas minuman yang sebagian badannya dimasukkan kedalam atap rumah. Botol tersebut diisikan campuran air dan pemutih (bleach) sehingga bisa menangkap dan mengamplifikasikan sinar matahari dari atas. Sinar yang dihasilkan setara dengan lampu sebesar 55 watt. Pemutih (bleach) yang dicampur dalam air mencegah tumbuhnya ganggang dan bakteri didalam botol  sampai selama-lamanya lima tahun. Kekurangan dari lampu matahari ini adalah ketergantungannya dari matahari. Jika tidak ada matahari maka tidak ada cahaya yang dihasilkan.

Gerakan Liter of Light ini dimulai di negara Filipina dan menyebar ke beberapa negara lainnya di seluruh dunia.


Kamis, 12 Juli 2012

Alat Perubah Karbon Menjadi Oksigen Pada Asap Rokok


Walaupun saya bukan seorang perokok dan cenderung  mencintai udara bersih tanpa asap rokok saya bukanlah orang yang menyukai perdebatan antara perokok dan anti-rokok. Seseorang yang sudah terkena adiksi rokok akan sulit untuk melepaskan diri walaupun dengan tekad yang kuat seharusnya ya bisa juga sih berhenti merokok. Dan saya yakin ini akan jadi perdebatan yang sulit dihentikan juga.

Penemuan dua siswa SMA 3 Semarang ini bisa disebut sebuah terobosan yang bisa menengahi perdebatan antara dua kubu ini. Hermawan Maulana dan Zihramna Afdi menciptakan alat pemisah karbon dan oksigen untuk ruang merokok yang mereka sebut dengan T-Box. Tidak tanggung-tanggung mereka berhasil menggondol medali emas dalam event International Exhibition for Young Inventors di Bangkok, Thailand yang diadakan pada tanggal 28-30 Juni 2012.



Skema diatas memberikan gambaran sekilas bagaimana T-Box ini bekerja dan selengkapnya bisa Anda baca di artikel ini.

Kamis, 21 Juni 2012

Berbagi Internet dengan Mobile Router


Mungkin kita semua sudah tahu bahwa kita bisa berbagi satu akses internet ke beberapa pengguna pada saat yang bersamaan dengan alat yang namanya router, sebuah alat yang memang fungsinya untuk itu. Warnet ataupun kantor-kantor bisa dipastikan menggunakan router juga untuk pengguna mereka. Lalu yang jadi masalah bagaimana jika lokasi kita terpencil dan jaringan internet belum masuk? Jangan kuatir, pada saat ini jaringan internet via sinyal telpon genggam sudah mulai populer, dan perlu Anda ketahui bahwa telpon genggam yang memiliki fungsi sebagai modem sudah banyak juga dijual. Belum lagi wireless modem dengan sim card, bisa didapatkan di mana-mana.



Benda diatas ini adalah sebuah wireless router dengan menggunakan sim card GSM yang memungkinkan Anda berbagi koneksi mobile internet Anda ke beberapa pengguna sekaligus secara wireless. Sekarang jika Anda bayangkan sedang berada ditempat yang tidak memiliki jaringan internet (wired), namun sinyal 3G Anda cukup, maka Anda dan beberapa pengguna lainnya bisa sharing akses dengan wireless router ini.

Jadi saat ini akses internet praktis benar-benar bisa dinikmati oleh siapapun. Tinggal bagaimana kita mendapatkan manfaat yang optimum dengan adanya kemudahan ini :-)

*kebetulan saya menggunakan produk diatas

Rabu, 20 Juni 2012

Menjaga dengan Cara Digital


Dikehidupan kita sehari-hari seringkali terjadi kejadian-kejadian yang bisa kategorikan yang secara kasat mata kita tahu itu tidak benar, misalnya sewaktu nyetir banyak orang berkendara melawan arus, atau menyalib dari sebelah kiri dan banyak lagi. Atau kalau dalam situasi yang lain kita sering melihat orang membuang sampah sembarangan, naik motor di trotoar, dan lain sebagainya. Tentunya akan susah mengubah perilaku seperti itu juga kita sudah terlanjur membiarkanya selama bertahun-tahun. Namun jangan kuatir, salah satu cara untuk membuat orang-orang tersebut jadi sadar (hopefully) adalah mengekspos pelanggaran yang mereka buat sehingga masyarakat bisa menilai sendiri.




Internet membuat banyak hal jadi mungkin dilakukan, termasuk merekam dan juga mengekspos pelanggaran-pelanggaran yang saya sebutkan di atas. Berbekal dengan ponsel yang memiliki fasilitas kamera kita bisa mengabadikan hal-hal tersebut. Lalu langkah selanjutnya adalah mengekspos pelanggaran-pelanggaran tersebut ke dunia maya dengan beberapa pilihan media khusus foto yang juga mulai bertumbuhan, misalnya ada Instagram, Pinterest, bahkan dengan Facebookpun sudah banyak yang mulai mengabadikan dan mengupload foto-foto pelanggaran tersebut.

Langkah berikutnya adalah menandai kumpulan foto tersebut yaitu dengan mekanisme penamaan group (untuk Pinterest ataupun Facebook) dan juga dengan tagar (hashtag) untuk Instagram dan Twitter. Pilih nama group/tagar yang unik, seperti misalnya #jagajakarta, #bersihjakarta atau bisa untuk kota-kota dan tempat-tempat lain atau bahkan nama aktivitas pelanggarannya, misalnya #maling #gagal, dan lain sebagainya.

Sebenarnya aktivitas seperti ini sudah pernah dijalankan oleh klikjkt.co.id, dan situs-situs lainnya barangkali. Silahkan jika ada dari teman-teman yang berniat memulai gerakan ini diinformasikan pada bagian comment di bawah ini ya.