Minggu, 17 November 2013

Batere Bertenaga Sepeda Untuk Keadaan Darurat

Pernahkah Anda terjebak dalam situasi dimana listrik mati dalam waktu yang cukup lama? Ya kalau listrik kembali nyala dalam hitungan jam mungkin masih tidak terlalu masalah ya, tapi coba bayangkan jika satu daerah terkena bencana alam lalu listriknya mati semua. Apa yang akan Anda lakukan?

Video di bawah ini mengajarkan kita bagaimana membuat sebuah batere yang bisa diisi ulang dengan menggunakan sepeda. batere ini dinamakan dengan Deep-Cycle Battery.



Dalam video di atas ini dijelaskan bagaimana cara kerja batere ini dan apa saja yang dibutuhkan untuk bisa membangun batere dan bicycle-powered generatornya (Hackett's bike generator). Yang pasti minimal Anda harus mendapatkan kelengkapan alat-alatnya dahulu dan tentunya waktu untuk membuatnya. Seperti misalnya magnetic DC motor yang biasa ditemukan pada kursi roda listrik dan charge controller yang diambil dari desain 555 controller yang menjaga batere agar tidak over-charging dan menjalankan kembali fungsi charging saat kosong.

Begitu semuanya sudah selesai dan siap, maka Anda bisa menyantolkan sepeda lalu mencharge nya kapan saja dibutuhkan. Anda bisa mencharge batere tersebut setiap hari, hitung-hitung exercise dan tetap bisa menggunakan radio darurat, menyalakan televisi, atau menggunakan telponmu untuk memberi kabar bahwa Anda baik-baik saja.

Free Wifi Berkualitas Jadi Makin Penting


Mungkin banyak yang belum tahu ya bahwa pertumbuhan internet di Indonesia itu sedikit banyak terpacu oleh meningkatnya pemakaian mobile phone. Wah gimana ceritanya? Begini....kita semua tahu bahwa voice call tahun-tahun terakhir ini mengalami kejatuhan. Bersamaan dengan mulai pudarnya penggunaan sms-based service maka era keemasan voice-call mulai digantikan oleh data service. Apa yang disebut dengan data service? Tidak lain adalah internet.

Beberapa penyedia layanan telco sudah mulai merubah positioning mereka, seperti misalnya Smartfren yang jelas-jelas berfokus pada layanan data, dan juga XL-Axiata yang juga mulai mengalihkan fokusnya ke data dan data-based service mereka. Ini menandakan pergantian era sudah mulai berlangsung.

Internet sedikit demi sedikit mulai jadi tulang punggung komunikasi dalam pekerjaan dan kehidupan kita semua

Dengan demikian ketersediaan akses internet menjadi krusial secara signifikan. Kebutuhan untuk bisa "terkoneksi" terus menerus jadi bagian dari kebutuhan kita. Makin banyak orang menuntut ketersediaan wifi dimana saja. beberapa rekan pekerja remote yang saya kenal pun menjadikan ketersediaan wifi yang berkualitas sebagai salah satu poin pemilihan lokasi kunjungan untuk bekerja, makan, meeting atau apa saja yang bisa dikaitan dengan kegiatan interaksi.

Beberapa sahabat saya melihat munculnya kebutuhan ini  sebagai suatu oportuniti untuk menjalankan usaha, yaitu mereka menyediakan tempat kerja untuk pekerja-pekerja remote ini dengan istilah co-working space (namanya Comma).

Dengan adanya pergeseran preferensi ini saya hanya mengingatkan bagi para pemilik venue, untuk membuat para pelanggan Anda setia, selain kualitas makanan dan minuman ada baiknya Anda tidak hanya menyediakan wifi namun juga memperhatikan kualitasnya juga. Dengan cara ini maka venue Anda akan masuk dalam lis rekomendasi buat para pengunjung :-)