Minggu, 03 Juli 2016

Penemuan (Tanpa Sengaja) Batere Yang Bisa Diisi Ulang 100.000 kali



Apa yang sangat diinginkan oleh para pengguna gadget saat ini? Kecanggihan? Nope! Semuanya tidak ada artinya jika batere yang digunakan cepat habis bukan? Jadi tidak salah jika dikatakan batere yang lebih baik dan tahan lama adalah yang sebenarnya sangat diinginkan oleh orang banyak. 

Periset dari University of California, Irvine (UCI) telah berhasil menemukan sesuatu yang mengarah pada pemecahan akan kebutuhan batere yang disebutkan di atas. Dengan menggunakan bahan emas dan beberapa material baru namun tidak terlalu populer, tim periset tersebut membuat batere nanowire yang tetap bisa digunakan setelah 100.000 kali pengisian ulang (recharge). Jika dibandingkan dengan teknologi batere lithium-ion yang sekarang tersedia di pasaran, hal ini merupakan pencapaian penyimpanan energi dimasa depan. Dan itu semua ditemukan dengan tidak sengaja!

Batere lithium-ion yang bisa di recharge dalam performancenya cenderung menurun seiring dalam perjalanan waktu, setelah diisi ulang beratus-ratus kali. Ini yang menyebabkan batere ponsel yang baru bisa bertahan selama sehari penuh, namun setelah setahun, akan sangat beruntung jika batere tersebut bisa digunakan dalam satu hari tanpa lampu merah tanda habis baterenya berkedip-kedip. Bahan batere berbasis nanowire yang dikembangkan di UCI bisa bertahan selama 3 bulan saat periode percobaan. Bila dibandingkan dengan batere lithium-ion yang bisa bertahan selama 5000-7000 kali charges sebelum mati total, batere berbasis nanowire ini bisa dicharge sebanyak 200.000 kali dalam 3 bulan dan tidak memperlihatkan kehilangan kapasitas tenaganya.

Tidak itu saja, batere ini lolos tes tanpa kerusakan apa-apa pada nanowire. Para engineer sudah lama menginginkan untuk bisa menggabungkan teknologi nanowire ini kedalam sistem batere, namun sifat rapuh dari "wire" ini menyebabkannya sulit untuk diwujudkan. Tim UCI secara khusus membuat elektrode nanowire terproteksi menggunakan inti emas yang tipis, dibalut oleh lapisan mangan dioksida dan gel elektrolit yang mirip pleksiglas. Reginald Penner (Senior author and UCI chemistry chair) mengatakan bahwa inovasi yang didapat adalah "gila", dibandingkan dengan performance batere lithium-ion yang saat ini ada.

Pimpinan penelitian dan kandidat doktor, Mya Le Thai melakukan testing dan menandai tentang kekuatan fleksibel dari kombinas material yang digunakan. Mya Le Thai mengatakan bahwa riset membuktikan bahwa elektroda batere berbasis nanowire bisa memberikan umur panjang dan juga bisa memungkin untuk kita untuk membuat jenis batere seperti ini menjadi kenyataan.

Para periset sudah mencari cara untuk menambah kapasitas dan menemukan jawaban dari ketidak sengajaan. "Mya sedang mencoba-coba dengan melapisi keseluruhan dengan lapisan gel yang sangat tipis lalu mulai mendaur ulangnya", ujar Penner. "Ia menemukan bahwa hanya dengan menggunakan gel tersebut, ia dapat mendaur ulangnya sebanyak 100.000 kali tanpa kehilangan kapasitas".

*Sumber: Inhabitat & Gizmodo
*Foto: Inhabitat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar